<$BlogDateHeaderDate$>
Satu Detik
| Saya seorang pengusaha, pada sekitar tahun 2000 Tuhan izinkan saya memenangkan tender untuk bekerja sama dengan sebuah pabrik rokok besar di kota tempat saya tinggal. Tentu kejayaan ini merupakan buah dari doa saya selama bertahun-tahun. Saya sangat bersyukur dan bersukacita ketika mendapat kabar tentang keberhasilan saya memenangkan tender tersebut, order yang diberikan perusahaan itu selalu dalam kuantitas besar dan rutin. Bisa kita semua tahu bahwa dengan memenangkan sebuah tender itu maka akan mendatangkan kepastian dalam pekerjaan dan penghasilan. Semua berjalan dengan baik, para pekerja di perusahaan saya pun semakin bertambah. Bisa dibilang waktu itu perusahaan saya sedang mengalami peningkatan. Saya sungguh bahagia dengan keadaan perusahaan waktu itu. Namun, setelah 4 tahun jalinan kerjasama perusahaan yang saya pimpin dengan perusahaan rokok tersebut, pada tahun 2004 terjadilah masalah. Sebenarnya masalah ini sangat sepele, hanya masalah terlambat sedetik dalam pengiriman barang. Hanya satu detik tetapi masalahnya menjadi sangat fatal..Karena pengiriman terlambat itu, sopir perusahaan saya disuruh membawa semua barang kembali dan beberapa hari kemudian saya menerima surat untuk pemutusan kerja sama beserta harus membayar sejumlah uang untuk "penalty" (istilah yang sering digunakan pengusaha untuk sebuah ganti rugi kesalahan). Hmm..dari pengalaman ini saya dan para pekerja di perusahaan ini belajar tentang bagaimana memanfaatkan waktu yang TUHAN berikan seefektif dan sefisien mungkin. Dengan adanya pengalaman ini kami selalu berusaha menerapkan sistem kerja sesuai dengan motto "Hasilkan yang terbaik dalam satu detik!" Syukuri dan manfaatkan satu detik dari hidup kita ini untuk berkarya secara maksimal bagi kemuliaan TUHAN. Ada seorang relasi saya pernah mengatakan pernyataan yang menurut saya bagus dan mengena sekali, "Anggaplah hidup saat ini adalah detik terkahir yang kita punya, jadi lakukan yang terbaik yang kita bisa saat ini juga. Jikalaupun ada satu detik setelah detik ini, maka itu adalah rahmat anugerah dari SANG PENCIPTA. Jangan pernah tunda segala sesuatu yang baik, karena kita tidak tahu apakah kita masih punya kesempatan di detik kemudian." Jadi jika detik ini adalah detik terakhir yang TUHAN beri atas kita, apakah kita siap untuk mempertanggungjawabkan semua yang telah terjadi di dalam kehidupan ini? Sudah bijaksanakah kita memanfaatkan waktu yang sudah TUHAN beri? Renungkan : Perumpamaan Gadis-gadis bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh (Mat 25 : 1 - 13) dan talenta (Mat 25 : 14 - 30) |
